Judul
Collaborative Governance dalam Kebijakan Tataniaga Sawit Indonesia
Penulis
Defris Hatmaja
ISBN
On Progress
Ukuran
15,5 x 23 cm
Tahun
2025
Harga
78.500

Kompleksitas tataniaga sawit di Indonesia tidak hanya menjadi bagian penting dalam perekonomian nasional, namun juga menyimpan berbagai tantangan struktural dan kebijakan yang membutuhkan perhatian serius. Isu-isu seperti ketimpangan rantai nilai, dominasi aktor tertentu, keterbatasan akses petani terhadap pasar, hingga ketidakpastian regulasi menunjukkan perlunya pendekatan tata kelola yang lebih kolaboratif, transparan, dan inklusif. Collaborative governance atau tata kelola kolaboratif ditawarkan dalam buku ini sebagai suatu pendekatan alternatif sekaligus solusi strategis dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan tataniaga sawit yang lebih adil dan berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, berbagai aktor—pemerintah, pelaku usaha, petani, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas lokal—dapat duduk bersama dalam proses pengambilan keputusan yang bersifat partisipatif dan deliberatif.
Buku ini disusun sebagai bentuk kontribusi pemikiran terhadap dinamika pengelolaan kebijakan sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau, yang selama ini menjadi isu strategis, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Dalam kompleksitas tata kelola sektor ini, pendekatan collaborative governance menjadi relevan dan penting untuk diangkat sebagai kerangka analisis serta solusi praktis dalam menjawab tantangan multipihak. Pembahasan dalam buku ini mencakup kerangka teoritik collaborative governance, dinamika aktor dalam kebijakan perkebunan sawit, studi kasus implementasi kolaborasi lintas sektor, serta tantangan dan peluang ke depan.





