Pemanfaatan Tepung ampas Kelapa untuk Diversifikasi Produk Pangan Kering Berbasis Pati Sagu
Penulis
Shanti Fitriani
Erpiani Siregar
Ayu Diana
Fikratul Ihsan
Masyitah
Fadlila Endyra
ISBN
978-623-325-903-3
Ukuran
15,5 x 23 cm (UNESCO)
Tahun
2025
Harga
69.500

Salah satu hasil sumber daya alam strategis di provinsi Riau adalah pati sagu. Data lima tahun terakhir menunjukkan bahwa Riau merupakan penghasil pati sagu terbesar ketiga di Indonesia. Selain itu, Tepung ampas kelapa adalah produk yang dihasilkan dengan menggiling ampas kelapa yang telah dikeringkan. Penelitian dan aplikasi mengenai teknologi pengolahan pati sagu dan tepung ampas kelapa dalam bidang pangan akan memberikan nilai tambah untuk menjadikan kedua bahan tersebut sebagai komoditas yang bernilai tinggi di bumi Melayu.
Pati sagu alami memiliki banyak kelemahan. Kelemahan ini membatasi penggunaan pati alami dalam aplikasinya pada produk pangan. Untuk mengubah beberapa sifat yang tidak diinginkan, pati sagu alami dapat dimodifikasi. Secara umum, terdapat beberapa cara modifikasi, yaitu fisik, kimia, enzimatis dan genetik. Modifikasi fisik yang dapat dilakukan adalah heat moisture treatment (HMT) dan pragelatinisasi.





