GAMBUT LESTARI, PANGAN BERKELANJUTAN:
Integrasi Kebijakan Proteksi Ekosistem dan
Ekonomi Hijau untuk Ketahanan Pangan
Penulis
Zulkarnaini
Ali Asfar
Hafzana Bedasari
ISBN
On Progress
Ukuran
15,5 x 23 cm (UNESCO)
Tahun
2026
Harga
89.500

Tanahnya bergoyang di bawah telapak kaki, seperti berjalan di atas kasur raksasa yang ditutupi lumut. Air di parit-parit kecil berwarna cokelat kemerahan, seperti teh yang diseduh terlalu lama. Pohon-pohon ramin menjulang tinggi, akar-akarnya mencengkeram tanah basah yang menyimpan ribuan tahun sejarah. Saat malam tiba, terdengar suara gemuruh samar dari dalam tanah—seperti detak jantung raksasa yang berdenyut perlahan. Itulah saat kita sadar: gambut itu hidup. Ia bukan sekadar tanah, ia makhluk bernapas yang selama berabad-abad menjaga rahasia, menyimpan karbon, dan memberi kehidupan bagi jutaan manusia di sekitarnya.
Buku ini ditulis dari kegalauan yang tinggi. Di satu sisi, lahan gambut Indonesia—yang luasnya seukuran Pulau Jawa dan Madura—terus menyusut dan terbakar setiap tahun. Di sisi lain, kebutuhan pangan nasional terus meningkat, dan tekanan untuk membuka lahan baru untuk pertanian dan perkebunan tidak pernah surut. Kebijakan yang ada sering kali saling bertabrakan: satu kementerian memerintahkan perlindungan, kementerian lain memerintahkan produksi. Masyarakat adat yang telah hidup harmoni dengan gambut selama berabad-abad justru tersisihkan. Petani kecil terperangkap antara tuntutan bertahan hidup dan aturan yang tidak berpihak.
Buku ini ditujukan bagi para pembuat kebijakan yang ingin memahami kompleksitas gambut secara utuh, bagi aktivis lingkungan yang membutuhkan data dan narasi untuk memperjuangkan keadilan ekologis, bagi akademisi yang mendambakan pendekatan interdisipliner, dan bagi masyarakat gambut yang suaranya selama ini kurang didengar. Buku ini juga untuk siapa saja yang percaya bahwa melindungi alam dan menyediakan pangan bukanlah pilihan yang saling bertentangan—melainkan dua sisi mata uang yang sama.





