Kawasan Tanpa Rokok: Gerakan Sekolah Sehat Bagi Generasi Remaja
Penulis
Dewi Septiana, S.ST., M.H.
Ns. Erni Forwaty, S.Kep., M.Kep.
Nur Kholis, S.Pd.I., M.Pd.
ISBN
On Progress
Ukuran
15,5 x 23 cm (UNESCO)
Tahun
2026
Harga
67.500

Badan Pusat Statistik mencatat persentase penduduk usia di atas 15 tahun yang merokok justru naik menjadi 28,62% pada 2023. World Health Organization bahkan menempatkan Indonesia sebagai salah satu dari sedikit negara di dunia yang prevalensi penggunaan tembakaunya masih menunjukkan tren kenaikan, ketika sebagian besar dunia bergerak turun. Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan bahwa kelompok usia 15–19 tahun mendominasi usia mulai merokok, dan lingkungan sekolah — tempat yang secara hukum wajib bebas rokok — justru menjadi latar tempat kebiasaan itu terbentuk.
Buku ini disusun dengan pendekatan lintas disiplin yang mungkin tidak lazim. Memadukan tiga sudut pandang yang ini jarang dipertemukan dalam satu naskah: hukum, khususnya kajian hukum empiris tentang bekerjanya norma dalam masyarakat; kesehatan masyarakat, khususnya analisis determinan perilaku; dan kedokteran preventif, khususnya patofisiologi kardiovaskular dan deteksi dini risiko penyakit jantung. Perpaduan ini bukan kebetulan. Kegagalan implementasi Kawasan Tanpa Rokok tidak dapat dijelaskan semata-mata sebagai persoalan hukum, tidak pula semata-mata sebagai persoalan perilaku atau persoalan medis; persoalan yang berdiri di persimpangan ketiganya.





