Serat Alami pada Beton dan Manfaatnya
Potensi, karakteristik, dan aplikasi serat alami untuk beton berkelanjutan
Penulis
Alex Kurniawandy
Ermiyati
Edward
Maaruf
ISBN
978-623-325-952-1
Ukuran
15,5 x 23 cm (UNESCO)
Tahun
2024
Harga
87.500

Pembangunan infrastruktur global yang kian masif menempatkan beton sebagai material konstruksi yang tak tergantikan. Namun, di balik dominasi ini, terdapat kekurangan sifat beton dimana sifatnya yang sangat getas (brittle) dan kemampuan menahan tarik yang sangat rendah yang perlu diantisipasi. Tantangan inilah yang menjadi titik tolak penyusunan buku ini, yang berfokus pada salah satu inovasi paling menjanjikan dalam teknologi material berkelanjutan, yaitu Beton Berserat Alami (Natural Fiber Reinforced Concrete), dengan fokus spesifik pada penggunaan serat kulit bambu apus.
Buku akademis ini hadir bukan sekadar sebagai laporan eksperimental, melainkan sebagai upaya sistematis untuk mengeksplorasi kembali kekayaan material lokal melalui lensa sains modern. Penambahan serat ke dalam matriks beton bukan lagi hal baru, namun pergeseran dari serat sintetis seperti polipropilen atau serat baja menuju serat alami menjadi krusial di era konstruksi hijau. Kita mengetahui bahwa serat baja rentan terhadap korosi, sementara serat sintetis seringkali mengalami degradasi di bawah paparan sinar matahari langsung. Sebaliknya, serat bambu menawarkan solusi yang tidak hanya ekonomis dan melimpah, tetapi juga memiliki keunggulan mekanis yang sering kali diremehkan.





