Siak sebagai Pusat Kebudayaan Melayu:
Warisan Sejarah, Kontribusi bagi NKRI, dan Visi Masa Depan
Penulis
Dr. Wan Muhammad Yunus, ST, MT
ISBN
On Progress
Ukuran
15,5 x 23 cm (UNESCO)
Tahun
2026
Harga
69.500

Mengangkat Siak sebagai pusat kebudayaan Melayu bukanlah upaya nostalgia atau romantisme masa lalu belaka. Sebagaimana ditegaskan oleh sejarawan Prof. Dr. Anhar Gonggong dalam Simposium “Siak sebagai Pusat Kebu-dayaan Melayu” pada 10 Februari 2026, “Anda hadir di sini bukan untuk kejayaan masa lampau, tetapi untuk mencapai kejayaan masa depan”. Buku ini hadir untuk menjembatani warisan masa lalu dengan visi masa depan—menjadikan Siak sebagai pusat kebudayaan Melayu yang hidup, relevan, dan berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat.
Buku ini lahir dari kesadaran kolektif bahwa Kabupaten Siak, sebagai pewaris Kesultanan Siak Sri Indrapura, menyimpan kekayaan sejarah dan budaya yang tak ternilai bagi bangsa Indonesia. Siak bukan sekadar nama daerah di pesisir timur Sumatera, melainkan sebuah pusat peradaban Melayu yang telah memberi kontribusi besar bagi pembentukan identitas kebangsaan Indonesia.
Buku ini sengaja ditulis untuk memperkenalkan, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya Siak dalam kerangka kebijakan publik, otonomi daerah, dan pembangunan berkelanjutan. Kehadiran buku ini dapat menjadi rujukan bagi akademisi, pemerintah, dan masyarakat yang ingin memahami dan mengembangkan Siak sebagai pusat kebudayaan Melayu.





